Pengaruh Kombinasi Depot Medroksiprogesteron Asetat (Dmpa) Dan Ekstrak Cabe Jawa Terhadap Populasi Sel-Sel Spermatogenik Dan Sel Leydig Tikus Jantan Galur Sprague-Dawley

JudulPengaruh Kombinasi Depot Medroksiprogesteron Asetat (Dmpa) Dan Ekstrak Cabe Jawa Terhadap Populasi Sel-Sel Spermatogenik Dan Sel Leydig Tikus Jantan Galur Sprague-Dawley
Publication TypeConference Paper
Year of Publication2013
AuthorsYurnadi,, Anggraeni, DRany, Suryandari, DA, Moeloek, N
Conference NameSeminar Nasional ke-22 Perhimpunan Biologi Indonesia
PublisherFakultas Biologi Unsoed
Conference LocationPurwokerto, Jawa Tengah, Indonesia
KeywordsCJ, DMPA, sel-selspermatogenik, selLeydig
Abstract

Pengembangannkontrasepsi hormonal pada pria didasarkan pada pengetahuan bahwa spermatogenesis sangat dipengaruhi sekresi hormon gonadotropin. Pemberian depot medroksiprogesteronasetat (DMPA) yang dikombinasikan dengan testosterone prospeknya baik untuk dikembangkan menjadi bahan kontrasepsi pria karena dapat menekan gonadotropin, sehingga menghambat spermatogenesis.Di alam terdapat berbagai macam tanaman obat yang mengandung androgen, salah satunya adalah cabe jawa (CJ) (Piper retrofractumVahl.).Secara tradisional buah CJ digunakan untuk obat lemah syahwat dan telah terbukti dapat meningkatkan kadar hormone testosterone darah dan meningkatkan frekuensi koitus pria hipogonad. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh kombinasi DMPA dan ekstrak CJ terhadap populasi sel-sel spermatogenik dan sel Leydig tikus galur Sprague-Dawley. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL), equal size sample, yaitu terdiri atas 1 kelompok control dan 6 kelompok perlakuan yang menggunakan tikus jantan galur Sprague Dawley sebagai model. Kelompok perlakuan terdiri atas kelompok control perlakuan (KP=tikusdisuntik DMPA dan diberi plasebo), perlakuan I (PI=tikus disuntik DMPA dan ekstrak CJ dosis 0,94 mg), perlakuan II (PII=tikus disuntik DMPA dan ekstrak CJ dosis 1,88 mg), perlakuan III (PIII=tikus disuntik DMPA dan ekstrak cabe jawa dosis 2,82 mg), perlakuan IV (tikus disuntik DMPA dan ekstrak CJ dosis 3,76 mg) dan kelompok kontrol (K). Penyuntikan DMPA dilakukan pada minggu ke-0 dan minggu ke-12 perlakuan, sedangkan pencekokan ekstrak CJ dilakukan setiap hari dimulai dari minggu ke-7 sampai minggu ke-18 perlakuan. Analisis data (normalitas dan homogenitas) dilakukan sebelum uji analysis of variance (ANOVA). Data tidak normal dan tidak homogen diuji dengan statistik non-parametrik Kruskal-Wallis.Hasil: Terjadi penurunan populasi sel spermatogonia A, spermatosit I preleptoten, spermatosit I pakitendan spermatid secarabermaknapadakelompokperlakuandibandingkontrol (p<0,05). PadaselLeydigterjadipenurunanpopulasiselnyasecarabermaknapadakelompokperlakuandibandingdengankontrol (p<0,05). Kesimpulan: Pemberiankombinasi DMPA danberbagaidosisekstrak CJ menyebabkanpenurunanpopulasiselspermatogenikdanselLeydig, sertamerupakankombinasi yang potendalammenurunkan spermatogenesis

 
 
 

Siapa yang online

Terdapat 0 anggota yang sedang online