Kajian Penggunaan Lahan dalam Perspektif Konservasi Sumber Daya Air DAS Cimanuk

JudulKajian Penggunaan Lahan dalam Perspektif Konservasi Sumber Daya Air DAS Cimanuk
Publication TypeConference Paper
Year of Publication2013
AuthorsFakhrudin, M, Setiawan, F, Ridwansyah, I
Conference NameSeminar Nasional ke-22 Perhimpunan Biologi Indonesia
PublisherFakultas Biologi Unsoed
Conference LocationPurwokerto, Jawa Tengah, Indonesia
KeywordsDAS Cimanuk, erosi, konservasi, penggunaan lahan
Abstract

Daerah Aliran Sungai (DAS) Cimanuk merupakan salah satu DAS yang termasuk kritis, ditandai dengan peningkatan erosi-sedimentasi dan fluktuasi debit sungai, serta peningkatan pencemaran air sungai. Pada sisi lain, pada DAS Cimanuk bagian hulu sedang dibangun Waduk Jatigede serba guna, untuk irigasi sawah seluas 90.000 Ha, sumber air baku untuk air bersih 3.500 l/detik, pembangkit tenaga listrik 110 megawatt dan pengendalian banjir daerah Indramayu dan Cirebon. Umur fungsi waduk ini sangat tergantung dari kondisi DAS Cimanuk terutama bagian hulu. DAS dapat dipandang sebagai suatu sistem hidrologi, ada input, proses dan output. Curah hujan sebagai input, dan selanjutnya air hujan mengalami proses-proses untuk sampai keluar DAS. Proses air hujan menjadi total run-off yang keluar DAS ini sangat dipengaruhi oleh karakteristik fisik DAS, antara lain : penggunaan lahan, kemiringan dan panjang lereng, sifat-sifat tanah, pola curah hujan dan geomorfologi. Faktor penggunaan lahan dan kelerengan merupakan faktor yang dapat diintervensi oleh manusia, sehingga mudah berubah. Penggunaan lahan akan mempengaruhi kapasitas infiltrasi, atau besaran surface run-off terhadap hujan, evapotranspirasi dan erosi-sedimentasi. Hasil interpertasi dengan Citra Spot tahun 2011, penggunaan lahan DAS Cimanuk bagian hulu yang sebagian besar di Kabupaten Garut terdiri dari hutan sebesar 19,7% (28.898 Ha), sawah 26,7% (39.038 Ha), ladang 26,6% (39.005 Ha), kebun 14,1% (20.584 Ha), pemukiman 6,6% (9,610 Ha), semak 4,9% (7.243 Ha), dan lain-lain 1,4% (2.005 Ha). Penggunaan ladang yang luas ini pada umumnya untuk tanaman semusim dan pada lahan dengan kemiringan curam. Hal ini mengakibatkan erosi tanah sangat besar dan prosentase aliran permukaan terhadap curah hujan juga tinggi, maka diperlukan teknik budidaya pertanian yang dapat mengkonservasi tanah dan air. Bila berdasarkan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Garut tahun 2011-2031 kawasan lindung ditargetkan 84,9 %, tapi pada saat ini baru mencapai sekitar 50%. Permasalahnnya bagaimana kawasan lindung ini benar-benar diperuntukkan sesuai dengan peruntukan RTRW, sehingga akan mendukung konservasi sumber daya air DAS Cimanuk

 
 
 

Siapa yang online

Terdapat 0 anggota yang sedang online